Public Speaking Class SCEI FSH UIN Suska Riau, Wakil Dekan III Dorong Mahasiswa Tampil Percaya Diri dan Berdaya Saing

Pekanbaru-Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sultan Syarif Kasim Riau kembali menggelar kegiatan pengembangan kompetensi mahasiswa melalui agenda Class Public Speaking yang diselenggarakan oleh organisasi SCEI, pada hari sabtu, 16 Mei 2026 di Auditorium fakultas Syariah dan Hukum. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusiasme dan diikuti oleh mahasiswa di lingkungan FSH.

Agenda tersebut menjadi bagian dari program kerja SCEI dalam mendukung penguatan kapasitas mahasiswa, khususnya pada aspek komunikasi publik, kemampuan argumentasi, serta pengembangan soft skill yang relevan dengan kebutuhan akademik dan profesional.

Kegiatan turut dihadiri oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FSH, Dr. M. Alpi Syahrin, SH., MH. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan fakultas terhadap pengembangan kualitas dan kompetensi mahasiswa melalui kegiatan organisasi yang edukatif dan konstruktif.

Dalam sambutannya, Dr. M. Alpi Syahrin, SH., MH. menegaskan bahwa kemampuan public speaking merupakan kompetensi penting yang perlu dimiliki mahasiswa sebagai bagian dari penguatan kapasitas intelektual dan kepemimpinan.

“Mahasiswa tidak hanya dituntut unggul dalam aspek akademik, tetapi juga harus mampu menyampaikan ide, gagasan, dan argumentasi secara sistematis serta komunikatif di ruang publik. Kemampuan public speaking menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun karakter kepemimpinan dan profesionalisme mahasiswa,” ujarnya.

Beliau juga mengapresiasi kontribusi SCEI dalam menghadirkan program-program pengembangan mahasiswa yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.

“Kegiatan seperti ini memiliki nilai strategis dalam membentuk mahasiswa yang aktif, kritis, dan percaya diri. Saya berharap agenda pengembangan kapasitas seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua SCEI, Ahmad Halim Nugroho, menyampaikan bahwa kegiatan Class Public Speaking dirancang sebagai ruang pembelajaran dan penguatan kemampuan komunikasi mahasiswa dalam konteks akademik maupun organisasi.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kultur belajar yang mendorong mahasiswa untuk lebih berani berbicara, menyampaikan pendapat, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik dalam berbagai forum akademik maupun sosial,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, sesi diskusi, praktik berbicara di depan publik, serta simulasi komunikasi yang melibatkan partisipasi aktif peserta.

Melalui agenda tersebut, SCEI diharapkan dapat terus menjadi wadah pengembangan mahasiswa yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang kritis, komunikatif, percaya diri, dan berdaya saing di lingkungan akademik maupun masyarakat.

Fakultas Syariah dan Hukum:
Berinovasi dengan Aksi Penuh Cinta