
Laboratorium Ilmu Falak di UIN Suska Riau terus menunjukkan eksistensinya sebagai pusat pengembangan keilmuan astronomi Islam yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik langsung bagi mahasiswa. Keberadaan laboratorium ini dinilai memiliki peran yang sangat penting dan vital dalam menunjang pembelajaran akademik, khususnya di lingkungan Fakultas Syariah.
Kepala Laboratorium Ilmu Falak, Dr. H. Henrizal Hadi., Lc.,MA. menegaskan bahwa laboratorium ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses pembelajaran.
“Peranan dan keberadaan Laboratorium Ilmu Falak ini sangat penting, bahkan sangat vital. Mahasiswa tidak cukup hanya belajar teori, tetapi juga membutuhkan praktik sebagai bentuk penguatan akademik,” ungkapnya.


Ia juga menjelaskan bahwa sejak periode sebelumnya, di bawah kepemimpinan almarhum Mahdini, laboratorium ini telah menjadi salah satu yang pertama memiliki peralatan modern. Hal tersebut menjadikan tidak hanya Fakultas Syariah, tetapi juga UIN Suska Riau sebagai institusi yang diperhitungkan dalam bidang ilmu falak pada masanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pada periode dekan sebelumnya juga telah ada komitmen untuk mengembangkan Ilmu Falak menjadi sebuah jurusan tersendiri, tidak hanya sebatas mata kuliah. Namun, hingga saat ini rencana tersebut masih belum terwujud.
Sebagai sarana akademik, Laboratorium Ilmu Falak memiliki tujuan utama sebagai tempat observasi dan praktik bagi mahasiswa. Di sinilah mahasiswa dapat mengaplikasikan teori yang telah dipelajari di kelas, seperti pengamatan hilal, penentuan arah kiblat, hingga perhitungan waktu ibadah.
Dalam perjalanannya selama 21 tahun, Laboratorium Ilmu Falak UIN Suska Riau telah mencatat berbagai capaian penting. Salah satunya adalah menjadi penggagas terbentuknya Konsorsium Laboratorium Falak Indonesia, di mana hingga saat ini masih dipercaya sebagai ketua umum.

Tidak hanya itu, laboratorium ini juga aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan ilmiah, seperti workshop, seminar, hingga nadwah ilmiah. Kegiatan terakhir yang dilaksanakan membahas tentang rukyat dan hisab, dengan tujuan meningkatkan pemahaman akademisi syariah agar tidak mengalami kesenjangan pengetahuan dalam bidang tersebut.
Menutup sesi wawancara, Kepala Laboratorium Ilmu Falak menyampaikan harapan besar kepada pihak kampus agar terus mendukung pengembangan fasilitas laboratorium.
Ia berharap adanya pengadaan peralatan yang lebih modern dan relevan dengan perkembangan zaman, meskipun tidak harus berbiaya tinggi, guna menunjang aktivitas pembelajaran.
“Dengan dukungan fasilitas yang memadai, kami optimis Laboratorium Ilmu Falak dapat terus berkembang dan berkontribusi dalam mewujudkan visi universitas sebagai world class university,” tutupnya.
