Jumat , Agustus 29 2025

PBAK FSH UIN Sultan Syarif Kasim Riau Sosialisasikan Kode Etik kepada Mahasiswa Baru Fakultas Syariah dan Hukum

Pekanbaru , 25 Agustus 2025-Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2025 Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Tidak hanya sekadar perkenalan kampus, acara ini juga menjadi momentum penting dalam memberikan pemahaman mendasar kepada mahasiswa baru tentang Kode Etik Mahasiswa, sebuah pedoman moral dan akademik yang harus dipegang teguh selama menempuh studi.

Dekan FSH, Dr. H. Maghfirah, MA, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemahaman kode etik bukan sekadar aturan formalitas, melainkan fondasi utama dalam membangun karakter akademisi muslim yang berintegritas.

“Mahasiswa yang hebat bukan hanya yang berprestasi di bidang akademik, tetapi juga yang mampu menjaga etika, sopan santun, dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral. Kode etik ini menjadi kompas yang akan menuntun kalian agar tidak tersesat dalam perjalanan panjang di dunia kampus,” ujar Dekan dengan penuh semangat.

Beliau juga menambahkan bahwa perjalanan kuliah bukan hanya soal menghafal teori atau mengejar indeks prestasi kumulatif (IPK) tinggi, melainkan juga tentang membentuk pribadi yang bertanggung jawab dan berakhlak mulia.

Dengan memegang teguh kode etik, kalian akan belajar bagaimana menghormati dosen, menjaga nama baik fakultas, serta menjalin hubungan harmonis dengan sesama mahasiswa. Semua itu adalah bagian dari perjalanan menjadi sarjana sejati,” tambahnya sambil disambut tepuk tangan meriah mahasiswa baru.

Sesi sosialisasi semakin bermakna dengan kehadiran Ketua Tim Kode Etik Universitas, H. Mhd. Kastulani, SH., MH. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan secara detail mengenai prinsip-prinsip kode etik mahasiswa yang berlaku di UIN Suska Riau. Menurutnya, kode etik bukanlah sekadar larangan atau daftar aturan kaku, melainkan sebuah panduan hidup akademik yang akan membantu mahasiswa menghindari kesalahan fatal di masa depan.

Sosialisasi ini penting agar mahasiswa sejak awal paham bahwa dunia kampus adalah miniatur masyarakat. Bagaimana kalian bersikap di sini akan menjadi cerminan ketika kalian terjun ke masyarakat nanti. Etika adalah investasi jangka panjang yang nilainya tidak pernah turun,” jelas Kastulani.

Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa harus memahami konsekuensi dari setiap tindakan. Pelanggaran kode etik, sekecil apa pun, dapat merusak citra diri dan institusi. Namun, di sisi lain, kepatuhan terhadap kode etik akan mengangkat derajat mahasiswa sebagai insan akademis yang dihormati.

Mahasiswa adalah duta kampus. Saat kalian melangkah keluar dari gerbang universitas, masyarakat akan menilai kampus dari cara kalian bertutur, bersikap, dan berinteraksi. Maka jagalah etika sebaik mungkin,” pesannya.

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. M. Alpi Syahrin, SH., MH menekankan bahwa Kampus itu ibarat “rumah besar” yang harus dijaga bersama, tempat di mana nilai akademik, moral, dan spiritual berpadu dalam keseimbangan.

“Jangan pernah melihat kode etik sebagai beban, Lihatlah ia sebagai pelindung dan sahabat yang akan menjaga dari hal-hal yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain. Dengan etika, langkah akan lebih terarah, lebih percaya diri, dan lebih bermakna,” ujarnya.

Dr. M. Alpi Syahrin, SH., MH juga mengajak mahasiswa baru untuk menjadikan kode etik sebagai budaya, bukan sekadar aturan tertulis.

Kalau budaya itu sudah melekat, maka tidak perlu lagi diingatkan,  Setiap langkah, setiap kata, dan setiap tindakan akan otomatis mencerminkan mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum yang berkelas, bermartabat, dan membanggakan,” .

Kegiatan sosialisasi ini dikemas secara interaktif, Para mahasiswa baru diberi kesempatan untuk bertanya langsung terkait hal-hal yang sering terjadi di dunia kampus, mulai dari masalah disiplin perkuliahan, etika berpakaian, hingga tata cara komunikasi dengan dosen. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab dengan lugas dan penuh humor, sehingga suasana tidak tegang melainkan terasa menghibur.

Dengan adanya sosialisasi ini, Fakultas Syariah dan Hukum berharap mahasiswa baru dapat menjalani kehidupan akademik dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. PBAK tahun ini bukan hanya ajang pengenalan kampus, tetapi juga menjadi titik awal pembentukan karakter mahasiswa FSH yang berpegang pada nilai inovasi, aksi, dan cinta.

About Dr. M. Alpi Syahrin, SH., MH Alpi