Pekanbaru, 4 Agustus 2025 — Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sultan Syarif Kasim Riau saat Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Suska Riau, Muhammad Asdilfi, melakukan kunjungan silaturahmi ke FSH. Kunjungan yang mengusung semangat “Dari Mahasiswa untuk Mahasiswa” ini bukan sekadar ajang koordinasi kelembagaan, tetapi juga menjadi ruang berbagi inspirasi, pengalaman, dan motivasi kepemimpinan antara mahasiswa dan pimpinan fakultas.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Wakil Dekan III FSH, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Dr. H. Maghfirah, M.A., menyambut hangat kunjungan Ketua DEMA UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan-pesan kepemimpinan yang menginspirasi dan memotivasi para mahasiswa agar tidak hanya menjadi pemimpin dalam organisasi, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kepemimpinan bukan sekadar jabatan atau posisi struktural. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk memengaruhi, menginspirasi, dan melayani. Jadilah pemimpin yang tidak hanya bicara, tapi juga bekerja; tidak hanya tampil, tapi juga memberi solusi. Karena di tangan kita, wajah kampus ini akan ditentukan,” pesan Dr. Maghfirah dengan semangat.
Tak hanya itu, beliau juga mengajak mahasiswa untuk terus menjaga integritas, semangat juang, dan kesadaran kolektif dalam memperjuangkan nilai-nilai kebaikan dan keadilan, khususnya di lingkungan kampus. Menurutnya, seorang mahasiswa yang hebat adalah mereka yang mampu menyatukan idealisme dengan aksi nyata.
Sementara itu, Wakil Dekan III FSH, Dr. M. Alpi Syahrin, S.H., M.H., yang dikenal juga sebagai mantan Gubernur Mahasiswa FSH semasa kuliah, memberikan petuah mendalam tentang perjuangan dan pengorbanan dalam dunia organisasi mahasiswa.
“Menjadi pemimpin organisasi itu bukan hal yang ringan. Di sana ada pengorbanan waktu, pikiran, bahkan perasaan. Tapi justru di situlah proses pembentukan karakter yang sejati” ujarnya dengan penuh empati dan semangat.
Beliau juga menambahkan bahwa masa menjadi aktivis kampus adalah saat terbaik untuk belajar kepemimpinan yang otentik, mengelola dinamika sosial, dan menumbuhkan rasa cinta kepada almamater.“Jangan pernah takut gagal. Lebih baik gagal saat berjuang, daripada tidak pernah mencoba. Percayalah, setiap langkah yang kita ambil hari ini akan menjadi pijakan besar untuk masa depan,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Muhammad Asdilfi menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas sambutan hangat dan arahan berharga dari pimpinan FSH. Ia mengaku termotivasi dan semakin bersemangat untuk menguatkan gerakan mahasiswa di seluruh fakultas.
“Kunjungan ini memberi energi baru bagi kami di DEMA. Kami melihat bahwa FSH adalah rumah inspirasi bagi gerakan mahasiswa kampus. Kami butuh arahan, motivasi, dan juga dukungan dari para pimpinan fakultas agar cita-cita mahasiswa untuk menjadi agen perubahan benar-benar bisa terwujud,” ungkap Asdilfi dengan penuh semangat.
Ia pun menegaskan bahwa semangat “Dari Mahasiswa untuk Mahasiswa” bukan sekadar slogan, tapi merupakan komitmen untuk menghadirkan program-program yang responsif, inklusif, dan mencerahkan.
Pertemuan tersebut ditutup dengan harapan bersama bahwa sinergi antara mahasiswa dan pimpinan fakultas akan terus terjaga demi kemajuan UIN Sultan Syarif Kasim Riau, khususnya Fakultas Syariah dan Hukum sebagai poros keilmuan dan gerakan mahasiswa yang progresif.
Fakultas Syariah dan Hukum:
Berinovasi dengan Aksi Penuh CINTA