Pagi itu, lorong Fakultas Syariah dan Hukum terasa berbeda. Langkah-langkah mahasiswa terdengar lebih pelan, napas lebih tertahan, dan wajah-wajah penuh harap bercampur cemas. Hari yang ditunggu sekaligus ditakuti telah tiba—Sidang Munaqasyah.
Di balik setelan rapi dan map skripsi yang digenggam erat, tersimpan perjuangan panjang: malam-malam tanpa tidur, lembar demi lembar revisi, dan doa orang tua yang tak pernah putus. Saat pintu ruang sidang tertutup perlahan, dunia seakan mengecil, menyisakan satu ruangan, beberapa penguji, dan sebuah naskah yang menjadi saksi perjalanan intelektual dan spiritual.
Pertanyaan demi pertanyaan mengalir tajam. Setiap kalimat dosen penguji bukan sekadar ujian akademik, melainkan pembentukan nalar, keteguhan argumen, dan kedewasaan berpikir. Detik-detik terasa panjang. Jantung berdegup cepat, tangan dingin, namun keyakinan perlahan tumbuh: bahwa semua ini telah diperjuangkan dengan sungguh-sungguh.
Di tengah ketegangan, terselip momen-momen yang menguatkan. Senyum tipis penguji, anggukan kecil tanda pemahaman, dan nasihat yang mengalir dengan penuh kebijaksanaan. Sidang bukan lagi sekadar menguji, tetapi mendidik—mengajarkan keberanian, kejujuran ilmiah, dan adab keilmuan yang menjadi ruh Fakultas Syariah dan Hukum.

Ketika pengumuman hasil akhirnya disampaikan, waktu seakan berhenti. Lalu, satu kata yang paling dinanti terucap. Lega. Syukur. Haru. Ada yang menunduk sambil menghela napas panjang, ada yang tersenyum dengan mata berkaca-kaca. Semua rasa tumpah menjadi satu.
Sidang Munaqasyah pun berakhir. Namun kisahnya tidak. Ia menjelma menjadi kenangan terindah—tentang keberanian menghadapi ketakutan, tentang doa yang berbuah jawaban, dan tentang langkah awal menuju pengabdian yang lebih luas.
Bagi setiap mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum, Sidang Munaqasyah bukan sekadar akhir dari skripsi, tetapi awal dari perjalanan hidup yang sesungguhnya.
Tim Media TV FSH Suska
FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU JL. H.R SOEBRANTAS KM.15 No 155 TUAH MADANI TAMPAN PEKANBARU