Pekanbaru-Musyawarah Besar (MUBES) Studi Club Economic Islamic bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, melainkan forum reflektif untuk menegaskan kembali arah keilmuan dan peran strategis organisasi sebagai ruang pengembangan intelektual mahasiswa. Dalam forum yang berlangsung dengan nuansa akademik dan diskursus kritis tersebut, Ahmad Halim Nugroho dan Filah Wahyu Riansyah resmi terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua Studi Club Economic Islamic masa bakti 2026.
Berbeda dengan organisasi struktural mahasiswa, MUBES Studi Club Economic Islamic menempatkan evaluasi kualitas program, kontribusi keilmuan, serta kesinambungan tradisi kajian sebagai isu utama. Pembahasan tidak hanya berkutat pada laporan pertanggungjawaban administratif, tetapi juga pada capaian akademik, produktivitas kajian, serta dampak organisasi terhadap penguatan literasi dan nalar ekonomi Islam di kalangan mahasiswa.
Dalam keterangannya, Juan Syuhada menyampaikan apresiasi mendalam kepada panitia penyelenggara yang telah merancang MUBES sebagai ruang dialog intelektual yang sehat dan produktif. Ia menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan ini terletak pada terjaganya iklim diskusi yang terbuka, kritis, dan berorientasi pada pengembangan kualitas berpikir anggota. Dengan penuh kerendahan hati, Juan Syuhada juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama masa kepengurusan terdapat keterbatasan dalam menjawab dinamika dan ekspektasi anggota. Menurutnya, organisasi keilmuan bukan sekadar diukur dari jumlah kegiatan, tetapi dari seberapa besar kontribusinya dalam membentuk tradisi berpikir yang berkelanjutan.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Dr. H. Maghfirah, MA menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pengurus Studi Club Economic Islamic masa bakti 2025 atas capaian dan prestasi yang membanggakan, khususnya dalam menjaga konsistensi kajian ekonomi Islam yang berbasis keilmuan dan nilai-nilai akademik. Ia menilai Studi Club Economic Islamic telah berperan sebagai laboratorium intelektual mahasiswa yang mampu mengintegrasikan teori ekonomi Islam dengan realitas sosial dan ekonomi kontemporer.
Dr. H. Maghfirah, MA menaruh harapan besar kepada kepengurusan baru masa bakti 2026 agar mampu menyamai bahkan melampaui capaian sebelumnya. Ia menekankan pentingnya inovasi dalam format kajian, penguatan budaya riset, serta peningkatan kualitas diskursus ilmiah. Menurutnya, keberlanjutan prestasi tidak hanya diukur dari eksistensi organisasi, tetapi dari konsistensi dalam menjaga mutu dan relevansi keilmuan.
Ketua terpilih, Ahmad Halim Nugroho, dalam pernyataannya menegaskan bahwa kepemimpinan di Studi Club Economic Islamic harus dimaknai sebagai amanah intelektual. Ia berkomitmen menjadikan organisasi ini sebagai ruang pembelajaran kritis yang mendorong anggotanya tidak hanya memahami konsep ekonomi Islam secara normatif, tetapi juga mampu menganalisis dan merespons tantangan ekonomi global. Senada dengan itu, Wakil Ketua terpilih, Filah Wahyu Riansyah, menambahkan bahwa proses regenerasi dalam organisasi keilmuan merupakan bagian dari kesinambungan tradisi berpikir dan penguatan kapasitas akademik mahasiswa.
Dengan demikian, MUBES Studi Club Economic Islamic menjadi penanda penting bahwa organisasi ini tidak berhenti pada aspek struktural semata, melainkan terus bergerak sebagai pusat kajian, diskursus, dan pengembangan intelektual ekonomi Islam. Terpilihnya kepemimpinan baru diharapkan mampu memperkuat identitas organisasi sebagai ruang akademik yang kritis, progresif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Fakultas Syariah dan Hukum:
Berinovasi dengan Aksi Penuh Cinta
FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU JL. H.R SOEBRANTAS KM.15 No 155 TUAH MADANI TAMPAN PEKANBARU
